27 Desember 2008






Matic Road Race Exhibition, 2008 Skutik Naik Derajat




OTOMOTIFNET - Kasihan memang nasib kelas skutik. Dimana-mana hanya jadi supporting race, bukan kelas utama. “Udah balapnya paling terakhir, lapnya juga cuma dikasih sedikit,” kesal Benny Baong Pria, pembalap seeded yang kini konsen dikelas skutik. Berlandaskan penderitaan ini akhirnya Chopper69ers membuat balap khusus skutik. Bertajuk “Matic Road Race Exhibition”, balap khusus skutik digelar siang ini (21/12) di sirkuit Karting Sentul. “Ini adalah wadah pembuka untuk balap khusus skutik, tahun depan kita akan buat 4 seri,” buka Fredy sang pimpinan lomba. “Kemungkinan besar seri pembuka dan penutup ada di sirkuit Karting Sentul. Sedang seri dua dan tiga bisa dibuat di Bandung dan Karawang,” aku Fredy yang sibuk mengurusi jalannya lomba. Dan sebagai langkah awal dibuka 4 kelas. Yaitu, kelas 115 cc standar untuk mengakomodir para pemilik Mio, Vario dan BeAT. Lalu ada kelas 125cc standar untuk mengumpulkan para pemilik Spin dan Skywave yang mau turun balap. Namun sayangnya karena tidak ada peserta di kelas 125cc standar maka kelas ini ditiadakan. Pada kedua kelas standar ini regulasinya harus benar-benar standar bawaan pabrik.


“Enak nih balap di kelas standar, murah banget,” ungkap Arif Rahmaladi, dari Vertexmoto, Bandung yang berhasil memboyong juara pertama dikelas standar 115cc. “Kelas ini memang sengaja dibuka agar balap makin ramai peserta,” lanjut Fredy. Lalu ada kelas bore up 150cc dan FFA yang pesertanya bebas melakukan ubahan apapun.“Regulasi ini masih akan kita benahi. Nantinya akan ada pemisah antara pemula dan seeded. Selain itu juga akan ada kelas lainnya,” terang Fredy panjang lebar. “Mungkin kalau ada kelas wanita lebih seru ya. Sesuai sama segmentasi pasar skutik yang buat wanita,” canda Tommy Huang, pentolan produsen part racing BRT yang kabarnya tertarik mensupport seri balap skutik ini di tahun 2009 mendatang. Nah lo, udah ada yang booking tempat promosi nih.

Sumber : Otomotifnet.com
A1GP Lippo Village, Karawaci FIA Minta Tikungan 5 Dirombak

OTOMOTIFNET - Satu setengah bulan menjelang digulirnya A1GP Lippo Village, Karawaci, 6-8 Februari 2009, pengerjaan sirkuit jalan raya terus dikebut. Terutama trek baru sepanjang 2 km dari total 3,2 km yang bakal dipakai lomba. Hujan sempat menghambat rencana pengaspalan. Di sisi lain FIA minta agar desain tikungan 5 diubah karena dianggap bisa membahayakan pembalap.
Siang-Malam
Wabah A1GP Karawaci sudah menyebar di kawasan perumahan elit itu dengan banyaknya baliho, spanduk serta petunjuk bakal adanya balapan internasional. Pembangunan sirkuit jalan raya pertama itu juga terus digeber.Pengerjaan siang dan malam dilakukan untuk mengejar target seminggu sebelum event semua sudah siap. Bahkan Gordon Benton, senior executive Lippo Karawaci selaku penyelenggara menjamin sirkuit selesai tepat waktu.OTOMOTIF yang mengunjungi pembangunan sirkuit Jumat (9/12) melihat banyak alat-alat berat dilibatkan guna penyelesaian sirkuit. Saat itu tengah berlangsung proses pemadatan tanah, dan segera dilakukan pengaspalan. Yang perlu diperhatikan, aspal untuk jalan raya dan sirkuit berbeda. Apalagi untuk mobil formula sekelas A1GP dengan manuver dan daya cengkeram dari ban slick, akan mudah mengelupas aspal saat berakselarasi dan mengerem.Kemajuan lain, ternyata desain sirkuit rancangan Her­­mann Tilke ini telah di­­simulasi FIA. Hasilnya, ada se­­dikit perubahan terutama untuk ti­kungan lima. “FIA minta diubah karena dianggap terlalu tajam dan membahayakan. Permintaan itu telah disampaikan kepada Tilke,” ujar Irawan Sucahyono, kabid olahraga PP IMI.Irawan yang baru kembali dari menengok persiapan sirkuit Selasa (23/12), menambahkan secara keseluruhan persiapan menyangkut infrastruktur berlangsung meng­gembirakan. Tapi memang hujan yang terus-menerus membuat proses pengaspalan sedikit tertunda. Pa­salnya, aspal tidak bisa dipasang dalam kondisi hujan.“Tapi, pihak Lippo Karawaci pasti memiliki banyak metode. Misalnya bagian yang diaspal ditutup sehingga enggak terkena hujan. Atau cara yang lain, saya percaya mereka sangat pengalaman,” tambah pria yang banyak terlibat dalam proses persiapan A1GP Karawaci ini.Yang jelas, akibat hujan yang terus menerus, inspeksi pertama FIA yang sedianya dilakukan sebelum Natal ditunda menjadi 8 Januari 2009. Sedang inspeksi kedua pada 1 Februari 2009 berbarengan dengan inscription IMI kepada FIA. Intinya, inspeksi bisa dilakukan jika pengaspalan dan pembanguan fisik sirkuit sudah jadi.Jika pembangunan infrastruktur menggembirakan, tidak demikian pendukungnya. Sebab hingga sekarang belum terdengar pelatihan petugas perlombaan. Dalam waktu dekat, Benton yang kabarnya sebagai penanggung jawab dalam struktur kepanitiaan segera melakukan presentasi kepada Menegpora Adhyaksa Dault sebagai wakil pemerintah.
Sumber : Otomotifnet.com